Like

×

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

Tampilkan postingan dengan label Berita Bola Piala Dunia Brazil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Bola Piala Dunia Brazil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juni 2014

Balas Dendam Sempurna Belanda


Balas Dendam Sempurna Belanda - Belanda Mengamuk. Formasi 5-3-2 yang diterapkan Louis Van Gaal ternyata membuahkan hasil. Sempat tertinggal, tim Oranye berhasil menuntaskan dendam dan mempencundangi Spanyol dengan skor 5-1.
Kemenangan ini menuntaskan kekalahan pada empat tahun silam di Afrika Selatan. Ketika itu skuad besutan Vicente Del Bosque berhasil menang berkat gol yang dilesatkan oleh Andres Iniesta.

Jalannya Pertandingan
Tim Belanda hanya diperkuat empat pemain yang tampil di final Piala Dunia 2010. Mereka adalah Nigel de Jong, Wesley Sneijder, Arjen Robben dan Robin van Persie. Sedangkan sisanya menurunkan sejumlah pemain muda bertalenta.

Sementara itu La Furia Roja, julukan Spanyol, mengandalkan Diego Costa sebagai penyerang murni. Costa adalah penyerang kelahiran Brasil yang dinaturalisasi oleh La Furia Roja, untuk menambah daya dobrak.

Baru menit awal laga, Belanda tim mencoba untuk melakukan sebuah serangan balik. Memasuki menit ketujuh, Sneijder membahayakan gawang Spanyol. Sial. Casillas masih bisa menepis bola dengan baik.

Tidak lama kemudian, gantian Andres Iniesta yang mencoba membuat peluang untuk La Furia Roja. Namun, tendangan pencetak gol tunggal di final Piala Dunia 2010 itu masih melambung dari gawang Cillessen.

Menit 26, Spanyol berhasil mendapatkan sebuah penalti setelah Costa dilanggar oleh de Vrij di kotak terlarang. Xabi Alonso yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil melakukan tugasnya dengan baik. 1-0 untuk i.

Tertinggal Belanda mencoba untuk membalas. Menit 34, De Jong berusaha melepaskan tendangan keras ke gawang La Furia Roja. Lagi-lagi, Casillas berhasil mengamankan bola dari tendangan gelandang AC Milan itu.

Spanyol kembali mendapatkan sebuah peluang. Kali ini kesempatan datang dari David Silva yang menerima umpan terobosan dari Iniesta. Sayang, tendangan gelandang Manchester City itu masih bisa diselamatkan Cillessen.

Satu menit menjelang turun minum, Van Persie menjadi penyelamat Belanda. Diawali sebuah umpan jauh dari Daley Blind, penyerang Manchester United itu menyundul bola sambil terbang, membuat Casillas tidak berdaya. Skor berubah menjadi 1-1.

Pada babak kedua, Spanyol kembali mengambil inisiatif serangan. Menit 49, La Furia Roja memperoleh sebuah peluang untuk membuat gol lewat Iniesta. Namun, tendangannya masih melambung dari gawang Belanda.

Usaha Tim Oranye untuk membuat gol membuahkan hasil. Menerima sebuah umpan, Robben berhasil melepaskan diri dari kawalan Pique dan Ramos, sebelum akhirnya menaklukan Casillas. Skor berbalik menjadi 2-1 untuk Tim Oranye.

Keluarnya Xabi membuat pertahanan Spanyol menjadi semakin mudah ditembus. Memasuki menit 64, Stefan de Vrij tidak mau kalah mencatatkan namanya di papan skor ssetelah meneruskan umpan Sneijder. 3-1 The Flying Dutchman menjauh

Pada menit 72, Van Persie kembali membuat gol kedua di pertandingan ini. Memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Casillas, mantan kapten Arsenal itu dengan penuh percaya diri membuat gol keempat Belanda. Skor 4-1 untuk Tim Oranye.

Akhirnya, Robben berhasil memastikan kemenangan timnya menjadi 5-1. Lewat sebuah serangan balik, Robben mengecoh Casilas terlebih dahulu sebelum membobol gawang Spanyol.

Susunan Pemain
Spanyol: Casillas; Azpilicueta, Pique, Ramos, Alba; Busquets, Alonso (Pedro 63), Xavi; Silva (Fabregas 78), Iniesta, Costa (Torres 63).

Belanda: Cillessen; Janmaat, Vlaar, de Vrij (Veltman 77), Martins Indi, Blind; de Jong, de Guzman (Wijnaldum 62), Sneijder; Robben, van Persie (Lens 79).

Sumber : Okezone.com

Ronaldo Siap Hadang Jerman


Ronaldo Siap Hadang Jerman - Bek Timnas Portugal, Ricardo Carvalho menyatakan kondisi Cristiano Ronaldo akan 100 persen fit pada laga panas melawan Jerman. Untuk diketahui, kedua tim akan bentrok di laga perdana Grup G, 16 Juni mendatang.

Ronaldo sendiri masih dalam tahap pemulihan cedera lutunya. Namun, Carvalho mengklaim bahwa sebenarnya peraih Ballon d’Or 2013 itu hanya kelelahan usai menjalani musim padat bersama Real Madrid.

“Di awal ketika persiapan, Ronaldo lelah, karena itu adalah saat pas berakhirnya musim. Tapi, saya pikir sekarang dia sudah 100 persen fit dan akan memberikan yang terbaik untuk tim nasionalnya,” kata Carvalho, seperti dilansir Soccerway, Sabtu (14/6/2014).

Meski yakin sang kapten bakal sepenuhnya bugar saat tanding hari Senin. Tapi pemain yang merumput bersama Sporting Lisbon itu menolak memastikan bahwa sang kapten akan menjadi starter dalam skuad Paulo Bento.

“Tentang kondisi fisik Ronaldo. Saya tidak ada yang dikatakan, terserah dokter. Dia sangat penting, dia kapten kami, dia adalah pemain terbaik dunia. Dia akan menularkan pengalamannya ke tim. Dan saya yakin dia akan membantu mencapai target kami,” jelasnya.

Sumber : Okezone.com

Kamis, 12 Juni 2014

Stadion Maracana Brazil


Stadion Maracana Brazil - Stadion ini milik rakyat. Rakyat Brasil." Begitulah kalimat yang terucap dari mulut legenda sepak bola Brasil, Pele, menanggapi rencana pemerintah kota Brasilia ketika ingin memprivatisasi pengelolaan Stadion Maracana. Penentangan Pele itu bukan tanpa alasan, karena Stadion Maracana memang merupakan saksi bisu kebesaran sejarah sepak bola Brasil di dunia.

Kisah awal kebesaran Stadion Maracana terukir pada 1950. Saat itu, Brasil terpilih sebagai tuan rumah perhelatan Piala Dunia. Ratusan juta masyarakat Brasil berbenah. Mereka antusias karena berkesempatan menyaksikan langsung para jagoan bolanya beraksi untuk meraih gelar pertama Piala Dunia.

Stadion Maracana awalnya bernama Estadio Jornalista Mario Filho. Pemberian nama itu mengacu kepada kegigihan seorang jurnalis asal Brasil, Mario Filho, ketika mendukung proyek pembangunan stadion yang saat itu mendapat kritik tajam dari sejumlah anggota kongres yang menjadi lawan politik Wali Kota Rio, Angelo Mendes de Morais, karena memakan biaya besar.

Pertandingan pertama yang dihelat di stadion ini adalah laga persahabatan antara San Paulo All Star dan Rio de Janeiro All Star pada 16 Juni 1950. Gelandang serang Fluminense, Waldyr "Didi" Pereira menjadi pesepak bola pertama yang mencetak gol di Maracana pada laga yang berakhir 3-1 untuk kemenangan Rio de Janeiro All Star.

24 Juni 1950, pukul 15.00 CET, ratusan ribu masyarakat dari seluruh pelosok Brasil berbondong-bondong ke stadion. Poster bintang Vasco Da Gama, Ademir Marques de Menezes, ada di mana-mana. Memakai baju putih, warna seragam Brasil saat itu, suporter bersuka cita sembari mengibarkan bendera negara. "Pesta Dimulai!" demikian tulisan di halaman depan sejumlah surat kabar Brasil.

Sukacita rakyat Brasil itu pun akhirnya berbuah manis karena Ademir dan kawan-kawan sukses menghajar Meksiko empat gol tanpa balas di hadapan 81.000 pendukungnya sendiri pada pertandingan perdana Grup 1 Piala Dunia. Selain Brasil dan Meksiko grup itu diisi juga oleh Yugoslavia dan Swiss.

Tampil perkasa di babak penyisihan grup, Brasil mampu lolos ke putaran final, bergabung dengan Uruguay, Swedia dan Spanyol. Antusiasme masyarakat dalam memberi dukungan memberikan magis tersendiri bagi para pemain Brasil. Alhasil, Swedia pun dihajar 7-1 dan Spanyol dipermalukan 6-1.

Partai penentuan pun tercipta pada 16 Juli 1950. Brasil bertemu peraih gelar pertama Piala Dunia 1930, Uruguay. Brasil jauh lebih diunggulkan berkat konsistensinya sepanjang turnamen. Bahkan, partai itu mampu mencatatkan rekor untuk Piala Dunia karena sekitar 200.000 suporter menyaksikan langsung laga tersebut di dalam stadion.

Namun, nasib berkata lain. Saat peluit panjang wasit asal Inggris, George Reader, dibunyikan, angka di papan skor terpampang 2-1 untuk Uruguay. Pesta yang sudah disiapkan pun berubah menjadi tangis air mata. Ratusan ribu suporter kecewa. Peristiwa itu pun dikenal sebagai Tragedi Maracanazo.

"Ada sekitar 200.000 orang dalam stadion dengan sapu tangan putih, yang pada akhirnya berubah menjadi sapu tangan besar untuk mengeringkan air mata karena kami semua menangis saat itu," kenang mantan pemain dan pelatih Brasil, Mario Zagallo.

Kegagalan menyakitkan itu akhirnya sedikit terobati dengan sejumlah rekor dan kisah bersejarah yang tercipta di atas rumput Stadion Maracana. Salah satunya adalah ketika Pele sukses mencetak gol profesional ke-1000 saat membawa Santos menang 2-1 atas Vasco Da Gama pada 19 November 1969.

Selain itu, Stadion Maracana juga menjadi saksi ketika jenazah legenda Brasil, Manuel Francisco "Garrincha" dos Santos, dipertunjukkan di tempat terakhir kali dia melakoni pertandingan. Setelah mendapat penghormatan terakhir, duka publik Brasil pun mewarnai iring-iringan jenazahnya menuju ke pemakaman di Pau Grande.

Adapun untuk perhelatan Piala Dunia 2014, FIFA telah merenovasi kembali stadion yang kini berkapasitas 73.351 penonton tersebut. Akan tetapi, meski kapasitas stadion sudah berkurang, spirit masyarakat Brasil tentunya tidak akan pernah lekang terhadap memori sejarah sepak bola mereka di Maracana.

Rio De Janeiro merupakan salah satu kota tercantik di dunia. Berpenduduk sekitar 6,3 juta jiwa, Rio de Janeiro menjadi kota kedua terbesar di Brasil setelah Sao Paulo yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.

Rio de Janeiro pertama kali ditemukan pada 1 Maret 1565 oleh Estacio de Sa dan menjadi pusat pemerintah Brasil sejak 1764 sebelum dipindah ke Brasilia pada 1960. Alexandra de Vrie dalam karyanya berjudul Rio de Janeiro Day by Day, mencatat sejak 1950-an, Rio de Janeiro merupakan salah satu kota penting dalam jalur perdagangan bangsa Portugis.

Penemuan emas di Minas Gerais pada 1665 menjadi awal era baru perkembangan Rio de Janeiro yang kemudian bertransformasi menjadi tempat bertemunya para pedagang Eropa untuk mendistribusikan emas, kopi serta batu mulia. Seiring berjalannya waktu, sejarah panjang kota serta hamparan bukit di antara laut Atlantik membuat kemolekan Rio de Janeiro begitu terasa.

Sebut saja Teluk Guanabara, Puncak Corcovado, Gunung Sugarloaf, Danau Rodrigo de Freitas, Pantai Barra da Tijuca, Arcos da Lapa, Hutan Tijuca, Teater Kota Praja, hingga Stadion Maracana, yang hingga kini terus didatangi oleh pelancong seluruh dunia.

Belum lagi jika menyaksikan keindahan panorama Rio de Janeiro berbalut iklim tropis dari Puncak Corcovado yang mempunyai tinggi 704 meter dari permukaan teluk. Patung Yesus Kristus yang biasa disebut "Christ The Redeemer" dengan kedua lengan terbentang dengan tinggi 30 meter dan berat 1.145 ton semakin menambah estika kota.

Rio de Janeiro adalah surga sepak bola. Di kota itulah sejumlah nama besar pesepak bola Brasil lahir. Sebut saja para legenda seperti Jairzinho, Zico, Ronaldo hingga Romario yang sukses mencatatkan tinta emas di kancah sepak bola dunia.

Faktor geografis Rio de Janiero menjadikan sepak bola begitu digemari oleh masyarakat setempat. Tak jarang ditemui di sudut jalanan, gang-gang kecil serta pinggir pantai, dari anak-anak hingga orang dewasa dengan riang bermain sepak bola. Bagi mereka, sepak bola sudah seperti cinta kepada agama.

Maklum, hampir semua kaki anak-anak di Rio de Janeiro memang tidak bisa berjauhan dari bola. Alex Bellos dalam karyanya berjudul Futebol: The Brazilian Way of Life, menceritakan, sebagian besar orang tua di kota Brasil, termasuk Rio de Janiero, sejak dini sudah menanamkan kepada anak-anaknya bahwa sepak bola dapat dijadikan jalan untuk memperbaiki taraf hidup.

Hal itu pun terbukti karena dari kaki-kaki emas anak-anak itu lahirlah catatan istimewa sepak bola Brasil di Piala Dunia yaitu menjadi satu-satunya negara yang belum pernah absen sejak perhelatan Piala Dunia 1930 dan menjadi tim pemegang gelar juara terbanyak dengan lima trofi (1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002).

Rio de Janeiro saat ini menjadi basis dari empat klub sepak bola Liga Brasil, yakni Botafogo, Fluminense, Vasco da Gama dan Flamengo. Di kota ini pula terdapat stadion bersejarah, Maracana, yang merupakan stadion terbesar sekaligus kebanggaan masyarakat Brasil dengan kapasitas 73.351 penonton.

Sumber : Kompas.com

Selasa, 03 Juni 2014

Spanyol Tetap Bawa Costa Ke Brazil



Diego Costa - Dengan harapan bisa pulih dan kembali prima pada detik-detik akhir jelang Piala Dunia 2014, entrenador Spanyol, Vicente del Bosque tetap menyertakan nama Diego Costa di skuad final Piala Dunia 2014.

Saat ini, belum ada kabar terbaru mengenai problem hamstring pemain naturalisasi tim Matador asal Brasil itu. Costa diharapkan, sudah bisa tampil pada 13 Juni nanti pada laga pembuka penyisihan Grup B kontra Belanda.
Dengan dimuatnya nama Costa di 23 skuad final, artinya ariete alternatif macam Álvaro Negredo dan Fernando Llorente yang gagal berangkat ke Brasil. Sementara Del Bosque lebih memilih Fernando Torres dan David Silva sebagai penopang lini depan Spanyol lainnya.
Sementara itu untuk pengisi skuad sang juara bertahan lainnya, tak banyak kejutan dalam rilis tim yang disusun Del Bosque beserta para stafnya, kecuali Víctor Valdés yang terpaksa harus ditinggal lantaran (juga) belum pulih.
Barcelona tetap jadi supplier terbanyak tim Spanyol dengan mengirim tujuh jugador-nya macam Gerard Piqué, Jordi Alba, Sergio Busquets, Andrés Iniesta, Xavi Hernández, Francesc Fàbregas dan Pedro Rodríguez.
Berikut Skuad Final Spanyol di Piala Dunia 2014:
Kiper : Iker Casillas (Real Madrid), Pepe Reina (Liverpool), David de Gea (Manchester United)
Bek : Sergio Ramos (Real Madrid), Gerard Piqué (Barcelona), Raúl Albiol (Napoli), César Azpilicueta (Chelsea), Juanfran Torres (Atletico Madrid), Jordi Alba (Barcelona)
Gelandang : Xavi Hernández (Barcelona), Xabi Alonso (Real Madrid), Sergio Busquets (Barcelona), Andrés Iniesta (Barcelona), Francesc Fàbregas (Barcelona), Santiago Cazorla (Arsenal), Koke Merodio (Atlético Madrid), Javi Martínez (Bayern Munich) David Silva (Manchester City), Pedro Rodríguez (Barcelona), Juan Mata (Manchester United)
Penyerang : Diego Costa (Atlético Madrid), Fernando Torres (Chelsea), David Villa (Atlético Madrid)

Sumber : Okezone.com

Iklan Link